Wednesday, July 1, 2015

Digital Nomad

Saya mengenal kata digital nomad ketika baca di forum hackernews, ada seseorang yang menjual rumahnya untuk beli private boat,  dengan kapal ini dia tinggal di situ bersama istri dan 2 anaknya lalu melakukan pelayaran ke berbagai negara, pindah dari waktu ke waktu, inilah salah satu hal yang dimaksud dengan nomad

Nomad atau pindah sesering mungkin bukanlah sesuatu yang asing bagi manusia, berabad-abad kita mengadopsi gaya hidup ini terutama sebelum kita memasuki zaman pertanian, tujuannya adalah untuk mencari makanan atau ladang di daerah baru, dulu kita mengadopsi gaya nomaden karena kita tidak punya pilihan, karena ini penting buat kelangsungan hidup kita

Sekarang untuk bertahan hidup, pindah - pindah tidak diperlukan lagi, sebagian besar dari kita hanya butuh tinggal dekat pusat bisnis (a.k.a Kota), maka sudah nyaman lah hidup kita, tapi kemunculan internet 2 dekade belakangan ini membuyarkan segalanya, beberapa orang yang pekerjaannya dilakukan via komputer mulai mencoba-coba untuk tidak kerja di kantor, mulai mencoba-coba kerja jarak jauh asal ada komunikasi internet, dimulai dari programmer, graphic designer, akuntan, web design, entry data, penulis dll

Revolusi di dunia komputer dan internet telah memunculkan pekerjaan-pekerjaan digital, digabung dengan trend traveling yang juga terus berkembang maka lahirlah sebuah istilah digital nomad, dimana orang bisa keliling dunia sambil bekerja dari mana saja kapan saja, di sini fungsi nomaden tidak lagi berbicara soal kelangsungan hidup, nomaden fungsinya lebih kepada pencarian jati diri atau sekedar memenuhi rasa penasaran, entah tentang budaya, keindahan suatu tempat dll

Fenomena ini ditandai juga dengan kemunculan beberapa buku seperti

How to Travel Fulltime

Buku ini hanya dirilis sebagai ebook, sesuai judulnya buku ini berisi bagaimana caranya untuk jadi full time traveler, pekerjaan-pekerjaan apa saja yang cocok, juga berisi berbagai tips seperti bagaimana caranya menghadapi perbedaan budaya dll

Vagabonding : An Uncommon Guide of The Art Long Time Traveler

Sebuah buku yang penuh inspirasi, buku ini lebih berbicara soal mindset dan filosofi traveling,  dimana menikmati sebuah budaya adalah bukanlah menonton tarian tradisional suatu tempat tetapi lebih kepada, hidup bercampur baur di suatu tempat, mengenali kebiasaan hidup masyarakat setempat, beradaptasi dan bahkan sampai mempelajari bahasa setempat dalam rentang waktu yang agak lama (berbulan-bulan alih-alih 2-3 hari)

Di buku ini saya juga menemukan saran yang menarik semisal, jangan membuat plan yang terlalu detail ketika traveling, jangan melakukan booking penginapan/transport/tour dari jauh hari, satu-satunya booking yang perlu dilakukan adalah booking tiket pesawat ketika pergi, sisanya lakukan secara mendadak, buku ini mengajarkan untuk mengikuti kata hati saat itu juga. Dengan mengadopsi gaya begini traveling menjadi lebih fleksibel, adalah mungkin anda bisa ganti rencana hanya gara-gara penduduk lokal tiba-tiba merekomendasikan suatu tempat menarik yang belum anda ketahui sebelumnya

The Art of Non-Conformity: Set Your Own Rules, Live the Life You Want, and Change the World

Ini sebetulnya bukan buku soal traveling, tetapi lebih kepada tentang cara keluar dari zona nyaman, traveling bagi beberapa orang adalah soal bertempur dengan diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman, dan buku ini bisa menolong anda untuk melakukan hal tersebut, di lain waktu saya mungkin akan membahasnya dengan lebih mendalam

Selain buku, di internet sendiri banyak pembahasan soal digital nomad, salah satu contohnya adalah Digital Nomad 101, sebuah guide mengenai bagaimana caranya mengadopsi gaya hidup digital nomad, untuk sumber bacaan lain anda juga bisa mengetik kata kunci "Full Time Traveler" atau sejenisnya di google, maka akan munculah banyak blog yang membahas soal ini

Untuk pekerjaan-pekerjaan yang bisa dilakukan secara jarak jauh anda bisa menemukan di situs-situs berikut

www.upwork.com
www.freelancer.com
www.toptal.com
www.projects.co.id
www.sribu.com

Alternatif lain anda juga bisa menyebar CV ke berbagai perusahaan, di surat lamaran kerja meminta apakah bisa melakukan kerja secara jarak jauh (remote)

Demikian pembahasan soal digital nomad, penulis sendiri belum sepenuhnya melakukan digital nomad, boleh dibilang masih semi digital nomad dimana 1-2 tahun sekali pindah ke berbagai kota di indonesia untuk menikmati denyut kehidupan di kota tersebut sekaligus traveling ke spot-spot wisata terdekat dengan kota tersebut, tahun kemarin baru saja pindah dari Bekasi ke Yogyakarta, beberapa bulan lagi sewa rumah akan habis dan punya rencana untuk pindah ke Surabaya atau Denpasar, jika teman-teman punya info sewa rumah 2 kamar di kota-kota tersebut, sudi kiranya untuk memberi tahu penulis

No comments:

Post a Comment