Monday, June 8, 2015

Bujangan vs Menikah, manakah yang lebih bebas untuk traveling ?

Ada hal yang menarik perhatian saya ketika membaca tulisan berjudul 5 alasan kamu harus coba solo traveling sebelum mati,  pada poin no 3 ada pernyataan seperti ini
Habiskan me time sebelum saatnya kamu berkeluarga

Enak ya kamu belum ada tanggungan, masih bebas berkeliaran kesana kesini, sementara saya tak pergi jauh dari kehidupan rumah tangga”, untuk pertama kalinya saya merasa bangga memiliki predikat wanita single tanpa ada embel-emel pertanyaan “kapan nikah?”.
Pekerjaan tetap, renovasi rumah, mengurus anak dan pasangan, jangankan untuk traveling, me time pun akan menjadi waktu emas bagimu. Benar-benar kehidupan yang masih jauh dari bayangan saya.
Bukan karena ingin menjauh dari tanggung jawab, tapi ini hanyalah bagian dari rencana untuk menikmati hidup sebelum mengemban beban di pundak.
Pernyataan di atas mengindikasikan bahwa orang yang jomblo lebih punya kesempatan untuk traveling ketimbang orang yang menikah. Jika melihat kehidupan sekeliling, saya bisa menkonfirmasi bahwa pernikahan penuh dengan berbagai tanggung jawab yang mesti kita penuhi, oleh karena itu saya pikir benar adanya kalau anda belum menikah maka anda akan punya kesempatan untuk melakukan traveling

Tapi pertanyaanya kemudian adalah, sebegitu "menyeramkannya" kah pernikahan sehingga menyebabkan tidak ada waktu luang bagi kita untuk traveling ?

Ketika sebuah artikel tentang "traveling sambil bekerja" diposting di forum Kami Kerja Remote, banyak dari yang sudah berkeluarga berkomentar kira-kira seperti ini "hahaha ini sih buat anak muda aja" atau "not for me, ini sih cocoknya bagi mereka yang belum menikah", hal yang ironis adalah member forum ini justru punya kesempatan besar untuk traveling karena mereka bisa kerja dari mana saja, tapi ya nggak bisa karena mereka telah berkeluarga

so kesimpulannya kalau anda punya mimpi untuk keliling dunia, maka janganlah menikah !!!

eits tunggu dulu

Suatu waktu saya pernah berkunjung ke pulau Pahawang, Lampung, di bis Jakarta - Merak saya duduk dengan seorang ibu dan anaknya yang sepertinya masih duduk di kelas 1-2 SMP. Nah, karena waktu itu bertepatan dengan momen arus balik lebaran, saya berasumsi bahwa ibu tersebut akan pulang ke salah satu kota di Sumatera

Saya kemudian kaget manakala mengetahui ternyata ibu tersebut bukan mau pulang kampung, bersama anaknya dia akan snorkeling dan hiking ke gunung Anak Krakatau !!, saya jadi malu sendiri karena memang jika dilihat dari luar ibu tersebut tidak punya tampang "Traveler", penampilannya seperti ibu-ibu biasa saja. Saya semakin tercengang ketika mengetahui fakta bahwa ibu tersebut telah keliling dunia, yang terjauh adalah dia pernah mendaki sebuah gunung di Argentina, WOOW KEREEN

Ketika mendaki gunung Prau, Dieng saya melihat jilbaber berserta suaminya membawa 2 anaknya yang masih kecil (mungkin sekitar 6-7 tahun dan 4-5 tahun), anak-anak lucu ini menjadi pusat perhatian pendaki lain, tidak jarang mereka bercanda tawa bersama pendaki dewasa lain ketika sedang nanjak ataupun pada saat di puncak

Ketika sailing trip Labuan Bajo - Lombok, di Gili Laba saya malah bertemu dengan pasangan kakek-nenek yang sedang snorkeling, saya pikir inilah salah satu momen termanis dari sebuah kehidupan, ketika anda sudah tua, anda masih bisa bersama-sama traveling bersama pasangan  menikmati indahnya alam ini

Saya sendiri sudah menikah dan beberapa tahun belakangan ini sering melakukan traveling dengan atau tanpa keluarga, traveling terakhir saya ketika tulisan ini dibuat adalah solo traveling selama 12 hari untuk menjelajah Banyuwangi- Kupang - Flores - Labuan Bajo - Lombok

Berdasarkan cerita-cerita di atas adalah hal yang memungkinkan bagi mereka yang sudah menikah untuk melakukan Traveling, baik short atau long trip, solo trip atau group trip,  orang yang sudah berkeluarga tentu punya banyak halangan untuk traveling. Halangan-halangan ini sangat mungkin untuk ditaklukan, mengenai cara menaklukannya mungkin nanti saya posting di lain kesempatan

Yang penting bagi saya sih teruslah bermimpi, apapun halangannya saya pikir akan ada solusinya, seperti tulisan di kaos National Geographic :

DREAM IT, PLAN IT, DO IT

No comments:

Post a Comment