Thursday, May 28, 2015

Riung dan Batu

Ketika pagi itu saya meninggalkan kota Riung, Flores bersama abang ojek, motor yang kita tumpangi mogok berkali-kali tidak kuat nanjak perbukitan di selatan Riung

Imbasnya kita kembali turun dan abang ojek berencana mengganti motor ini dengan kepunyaan adiknya. Dan karena adiknya entah berada di mana, saya pun dititipkan dulu di keluarganya yang saat itu lagi pada ngumpul, tukang ojek berujar “tunggu di sini dulu ya mas, saya mau cari adik saya dulu

heran deh, motor keren begini kok ya bisa mogok

Keluarga yang ramah ini mengajak saya ngobrol ngalor ngidul sampai suatu ketika ada pertanyaan “mas ke sini mau apa ?, mau inspeksi batu akik ya ?

Dalam hati “EMAAAAK, apa dosa anakmu ini sampai dituduh sebagai tukang batu akik ?”, saya menolak keras tentu saja tuduhan ini, lalu menjawab “haha bukan bang, saya mau maen aja ke sini”

Tapi beberapa saat kemudian saya baru sadar kalo tebakan si bapak benar adanya, karena sesungguhnya sudah 7 tahun saya berurusan dengan salah satu jenis batu akik bernama Ruby (Mirah Delima),  tetapi bukan sebagai pengrajin batu akik, melainkan sebagai programmer Ruby hehe

http://id.wikipedia.org/wiki/Ruby_(bahasa_pemrograman)

lepas pantai Riung, berstatus taman wisata alam dengan 17 pulaunya
sunrise di bukit Batusape, Riung
Oiya sebagai catatan, di tanah Riung ini ternyata kaya dengan berbagai jenis batu, bapak-bapak ini curhat bahwa mereka sebetulnya ingin menjual batu-batu ini tetapi tidak tahu cara memasarkannya ke pulau jawa, nah bagi agan yang tertarik di bisnis yang sedang booming ini, mungkin tidak ada salahnya untuk mengunjungi Riung, siapa tahu bisa “menyeludupkan” batu-batu ini (saya pake kata seludup, karena saya dengar batu akik mentah dilarang dibawa via penerbangan, jadinya mesti lewat darat jika ingin membawanya ke pulau Jawa)

No comments:

Post a Comment