Tuesday, July 9, 2013

Pulau Pari Trip 6-7 Juli 2013

Sebelum Ramadhan pengen sekali melakukan snorkeling, akhirnya bisa ikutan bareng anak-anak Backpacker Indonesia (BPI) pergi ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu

Dari Bekasi saya bersama sepupu menggunakan Taxi yang dipesan sehari sebelumnya, pergi pukul 04:30, sampai di pelabuhan Muara Angke pukul 05:30, ketika saya datang sepertinya teman yang lain belum sampai, baguslah kepagian daripada telat hehe, maklum namanya juga Jakarta, siang sedikit takutnya kejebak macet

Tips :  
Sebetulnya lebih murah kalau menggunakan KRL yang menuju ke stasiun Kota, lalu dilanjut angkot ke Muara Angke tapi sayang entah kenapa ada pembatalan KRL paling pagi, jadinya saya putuskan naik Taxi saja, takutnya datang telat

Sampai di Muara Angke disambut bau ikan yang menyerbak dan kerumunan orang-orang yang ingin menyeberang, karena kebelet pengen pipis, meluncurlah ke toilet. Ternyata antrian ke toilet sangat mengular dan tidak ada air !!!, terpaksa deh bersih-bersihnya pake Mizone "duh", maklum beli air mineral juga di mini marketnya ngantri, jadi terpaksa pakai saja yang ada

Tips : 
Sebisa mungkin buang air kecil atau shalat shubuh ketika sebelum masuk pelabuhan

Inilah gambaran situasi di pelabuhan, pada saat menunggu, naik kapal dan "lepas landas" menuju perairan teluk Jakarta

P1010196 P1010202 P1010209 P1010213 P1010232

Tips :
Masuklah lebih awal ke kapal, biar dapat posisi ideal, alhamdulillah saya masuk ke kapal belum begitu penuh sehingga bisa dapat posisi dekat jendela sambil berdiri, inilah posisi yang tidak begitu membuat saya mual, kalau duduk dan tidak melihat laut rasanya akan membuat mual saya tambah parah

Perjalanan ke Pulau Pari memakan waktu 2 jam 30 menit, beruntung cuaca cerah, ombak pun tidak begitu besar, tapi walau begitu tetep aja merasa mual dan pusing

Foto-foto ketika sampai dermaga Pulau Pari

P1010248 P1010254 P1010263 P1010264 P1010265

Setelah sampai lalu menuju homestay, homestay-nya lumayan nyaman, ada TV, ber-AC, cukup luas terdiri dari 2 kamar, 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga, 5 kasur, 2 kamar mandi, cukup untuk menampung sampai 14 orang

Istirahat sebentar, lalu langsung menuju ke pantai di bagian barat Pulau dengan menggunakan sepeda, di sini ada banyak sekali Patrick !! alias bintang laut

P1010270 P1010277 P1010291

Setelah makan siang, sholat dan tidur sebentar lalu kita menuju ke spot snorkeling

Kapal yang dinaiki lebih kecil dari yang sebelumnya, dan karena kita ingin pengalaman berbeda, kita memutuskan untuk naik di atap, seru sekali naik di atap ini, sensasinya mantap dan nggak membuat saya tambah mual, setiap kapal bergoyang menerjang ombak besar, kita-kita langsung teriak "wooo", begitu pula setiap ketemu kapal lain teriak juga sambil tertawa-tawa, seru deh pokoknya

Tips
Kalau ingin naik di atas atap, mintalah baik-baik ke kapten, bakal dikabulkan kok


Beginilah situasinya

P1010304 P1010330

Setelah sampai di spot snorkeling tentu saja langsung nyebur, loncat dari atap hehe, Terumbu karangnya cukup luas, sayangnya variasi ikannya tidak banyak dan saya menemukan bulu babi !!!, salah satu hewan laut yang berbahaya kalau diinjak

Inilah situasi snorkeling

P1010353 P1010350 P1010351 P1010363 P1010366

Tips :
Kalau mau loncat liat-liat dulu atau tanya ke ABK di sebelah mana terumbu karang yang dangkal dan mana yang dalam, soalnya ada peserta yang loncat langsung menuju ke terumbu karang yang dangkal, kakinya berdarah deh 

Harusnya snorkeling-nya dilakukan di 2 spot, sayang sekali ada seorang ibu yang bukan dari kelompok kami sepertinya terkena panick attack saat dia nyebur yang bikin dia lemas kehilangan tenaga dan hampir pingsan, memang saat itu ombak cukup besar yang bisa membuat seseorang yang terombang-ambing jadi panik,  alhasil snorkeling di spot kedua terpaksa dibatalkan karena kapten tidak mau mengambil resiko untuk kesehatan si ibu dan memutuskan untuk pulang

Kita protes tentu saja dan meminta kompensasi, sayangnya kapten tidak mau kembali lagi, akhirnya diputuskan kita diberikan kompensasi berupa nasi box gratis (yang ternyata guritanya enak banget :D)

Tips :
Selalu persiapkan fisik dan mental kalau mau ke laut, jika merasa takut, jangan dipaksakan untuk nyebur, sesungguhnya ketakutan ini bisa dilatih kok sedikit demi sedikit, dengan melatih berenang di kolam renang misalnya
 
Tips snorkeling :
1. Usahakan tetap tenang ketika berada di laut
2. Jika memakai pelampung dan keadaan gelombang cukup besar, seringkali posisi badan kita otomatis tertarik jadi tengkurap dan melihat kebawah, beberapa orang melawan hal ini dengan mengangkat kepala, well ini usaha yang memerlukan tenaga besar, ini bisa menyebabkan pinggang kita sakit, lebih efisien bila kita memutar badan pelan-pelan lalu angkat kaki ke atas, sehingga kepala bisa menengadah ke atas, nah pada saat ini adalah kesempatan kita memakai kacamata snorkel
3. Gunakan kacamata secara pelan-pelan dan pastikan lubang udara tidak terisi air, gigit yang kencang ujung lubang udara, lalu bernapas lah pelan sekali dengan tarikan napas yang sangat panjang, pertahankan ritme napas ini
4. Jika ritme napas panjang sudah ditemukan, silahkan masukan kepala ke dalam air, tetap pertahankan ritme napas tsb, gerakan kaki untuk melaju, jika kemasukan air, jangan panik, lakukan putaran badan di no 2, lalu keluarkan air dari lubang udara dan betulkan posisi kacamata snorkel

ini tips amatir tentu saja, belum tentu bener juga sih, ini saya berdasarkan pengalaman aja baru snorkeling 3x "duh", tips snorkeling professional silahkan googling atau cari di youtube atau tanya yang banyak ke Guide/ABK sebelum nyebur

Setelah pulang dari snorkeling, sorenya tentu saja berburu sunset, kali ini di Pantai Pasir Perawan, yang terletak di sebelah timur Pulau Pari, ternyata untuk masuk ke sini harus bayar sebesar Rp 3.500

P1010390 P1010393

Malamnya setelah makan malam langsung menuju ke pulau kasur hehe, alhasil melewatkan acara barbeque deh pada jam 09.00 malam,  but i regret nothing because this is the best sleep i've ever had in long long time

Esoknya acara dilanjutkan dengan bersepeda kembali mengunjungi pantai pasir perawan untuk berburu sunrise dan mr Crab !!

Untitled Untitled Untitled

Di bawah ini foto panorama 3D pantai Pasir Perawan, untuk melihat ini perlu install Microsoft Silverlight di browsernya, tekan tombol panah kiri-kanan di keyboard untuk melihat sekeliling



Acara terakhir adalah memancing di dermaga yang sepertinya sudah tidak terawat lagi, untuk masuk ke sini tidak bisa memakai sepeda dan mesti jalan kaki. Di lokasi yang cukup tersembunyi ini baru terlihat deh, The Dark Side of the Island, sampah menumpuk di beberapa titik yang sepertinya kiriman dari Jakarta -_-

P1010473 P1010474

Setelah memancing lalu mandi dan pulang memakai kapal yang sama (KM Cinta Alam), dari pelabuhan Muara Angke memakai angkot charteran menuju stasiun Kota, lalu dilanjutkan memakai KRL menuju Bekasi, terus terang saya pengen lagi pergi ke Pulau ini atau pulau lain di kepulauan seribu, lain kali pengen nyobain camping hehe

Rincian Biaya : 
  1. Taxi Bekasi - Muara Angke : Rp 160.000, 1 taxi berdua jadi Rp 80.000 
  2. Sharing Cost homestay 2 hari 1 malam, makan 3x, Barbeque 1x, sewa alat snorkeling, transport Kapal Muara Angke - Pulau Pari PP, transport kapal Pulau Pari - Spot snorkeling PP, air mineral : Rp 320.000 
  3. Tiket Masuk ke pantai Pasir Perawan 2x : Rp 7.000 
  4. Angkot charteran menuju Stasiun Kota : Rp 10.000 
  5. KRL Kota - Bekasi : Rp 3.500 
  6. Ojek menuju rumah : Rp 15.000
  7. Kebutuhan pribadi di luar sharing cost, sabun, mie bakso dll : Rp 15.000 
Total Biaya : Rp 450.500

Cukup murah bukan ?, so mari kita rayakan dengan loncat yang setinggi-tingginya "halah", sampai jumpa kembali kawan di Pulau Pari :)

P1010465

1 comment:

  1. Hahaaa seru y bang, tpi snorkelingny gak berasa. Next trip pulau harapan yok

    ReplyDelete